Selasa, 14 Juni 2011

Mencegah dan Mengatasi Lingkaran Hitam di Bawah Mata

Lingkaran hitam di bawah mata, selain bisa membuat Anda dijuluki "Si Mata Panda", juga bisa membuat wajah terlihat tua, lelah, dan tak segar. Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya?


Munculnya lingkaran hitam di bagian bawah mata bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya hidung tersumbat, kurang tidur, alergi, proses penuaan, perubahan hormon yang berhubungan dengan kehamilan atau menstruasi, kekurangan vitamin, dehidrasi, terlalu banyak merokok, disfungsi hati, efek samping obat, terlalu banyak terpapar sinar ultraviolet, atau faktor keturunan.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mencegah munculnya lingkaran hitam?
1. Kurangi konsumsi kopi, soda, dan minuman yang mengandung kafein. Perbanyak air putih.Minuman bersoda mengandung pemanis sintetis yang membuat bagian sekitar mata terlihat membengkak dan warnanya lebih gelap. Kafein membuat tubuh tak menyerap air dengan baik dan menyebabkan dehidrasi. Akibat dehidrasi, racun tak terbuang dengan sempurna dari tubuh dan menyebabkan warna kulit, termasuk di sekitar mata, menggelap.

2. Kurangi makanan siap saji.
Makanan kalengan dan yang mengandung bahan pengawet memperbanyak jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh. Racun inilah yang jika tak terbuang ke luar akan menumpuk dan menggelapkan kulit.

3. Perbanyak makan sayur dan buah.
Nutrisi yang terkandung dalam sayur dan buah bisa membantu mengusir racun dan mengurangi lingkaran hitam.

4. Tidur cukup.
Pastikan Anda tidur tak terlalu larut, minimal enam jam sehari. Jika lingkaran hitam sering sekali muncul di wajah Anda, cobalah tidur dengan dua bantal untuk membuat posisi kepala agak lebih tinggi saat tidur.
Bila lingkaran hitam sudah terlanjur muncul, jangan khawatir. Ada beberapa cara mengatasinya, seperti:
1. Kompres dengan teh celup yang sudah disimpan di dalam kulkas
2. Kompres dengan irisan mentimun
3. Gunakan produk kecantikan yang berfungsi menghilangkan lingkaran hitam di sekitar mata.

Mengapa Calon Komisioner KPK Sepi Peminat?

Promosi melalui media massa, baliho berisi pengumuman di ruang-ruang publik nyatanya tak mampu merangsang para pendaftar calon komisioner KPK. Sejak diumumkan ke publik akhir Mei lalu, hingga kini baru terkumpul 40 pendaftar.
Menurut anggota Panitia Seleksi KPK Imam B Prasodjo, kemungkinan sepinya peminat calon komisioner disebabkan keengganan calon komisioner KPK saat menghadapi uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. "Mereka (calon komisioner KPK) tak mau dihujat habis-habisan di sana (DPR)," ujarnya dalam diskusi dengan Dewan Pers di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Anggota Pansel KPK Saldi Isra mengaku dirinya juga melakukan serangkaian komunikasi dengan sejumlah tokoh untuk merayu agar mendaftar menjadi calon komisinoer KPK. Sejumlah nama disebutkan oleh guru besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas Padang ini.
Seperti Fadjroel Falaakh (akademisi UGM), Amin Sunaryadi (bekas komisioner KPK), Bambang Widjojanto (bekas calon pimpinan KPK), Aswanto (Dekan FH Universitas Hasanuddin Makassar), Marwan Mas (Direktur Pasca Sarjana Universitas Proklamasi 1945), serta Miko Kamal (advokat). "Mereka menjawab wait and see," ujar Saldi.
Jika merujuk jumlah pendaftar pada calon pimpinan KPK pada 2010 lalu, hingga masa pendaftaran ditutup berjumlah 285 pendaftar yang melengkapi seluruh dokumen. Terdiri dari 81 advokat (28,42 persen), 63 pegawai negeri sipil dan pensiunan (22,11 persen), 23 TNI/Polri dan purnawirawan (8,07 persen), 82 orang dari swasta (28,77 persen), 24 orang akademisi (8,42 persen), 9 jaksa dan pensiunan (3,16 persen), dan 3 hakim dan pensiunan (1,05 persen).
Sementara anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo menampik anggapan jika keengganan pendaftar menjadi calon komisioner KPK karena ulah DPR. Menurut dia, bagi orang yang memiliki idealisme dapat dipahami jika enggan mendaftar menjadi komisioner KPK.
 "Karena pertaruhannya adalah integritas mereka. Tantangan terberat menjadi komisioner di KPK adalah saat mendapat intervensi kekuasaan," katanya kepada INILAH.COM di gedung DPR, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Lebih lanjut Bambang menyebutkan sebenarnya Pansel KPK tidak diperlukan lagi karena cenderung hanya membuang anggaran negara saja. Apalagi, sambung politikus Partai Golkar ini beberapa anggotanya memiliki konflik kepentingan.
"Misalnya Erry Riyana Hardjapamengkas. Dia adalah pendukung bailout century. Kasus yang kini menggantung di KPK," katanya. Dia menyarankan nama-nama yang lolos pada seleksi lalu yang diajukan ke DPR seperti Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas bisa diajukan kembali ke DPR.

Kecoa dan Asma Anak-anak...Saling Berhubungan?

Kecoa telah diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab munculnya jumlah penderita asma di kalangan anak-anak di berbagai permukiman di New York City,Amerika Serikat.
Di beberapa permukiman, 19 persen --hampir satu dalam lima-- anak menderita asma, sementara di permukiman lain angka tersebut bisa berjumlah tiga persen.
Lalu lintas yang padat, pembakaran industri, dan sumber lain polusi di luar rumah, semuanya, telah dituding sebagai penyebab penyakit gangguan pernafasan itu pada masa lalu.

Namun para peneliti di Columbia University sekarang telah mendapati anak-anak yang tinggal di permukiman dengan angka penderita asma yang tinggi dua kali lebih mungkin untuk memiliki antibodi terhadap protein kecoa di dalam darah mereka, suatu tanda bahwa anak-anak telah terpajan terhadap serangga tersebut dan diduga alergi terhadap hewan itu.
Selain itu, rumah di permukiman yang memiliki penderita asma memiliki lebih banyak penyebab alergi yang dihasilkan oleh kecoa pada debu rumah tangga.
Studi tersebut memberi "bukti lebih jauh bahwa pajanan terhadap kecoa adalah bagian dari cerita itu", kata penulis studi tersebut Matthew Perzanoweski sebagaimana dikutip Reuters Life!, yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa.

"Penyebab alergi kecoa benar-benar dapat menjadi penyebab perbedaan prevalensi asma, bahkan di lingkungan kota seperti New Yprk City," katanya.
Untuk studi tersebut, yang disiarkan di Journal of Allergy and Clinical Immunology, Perzanowski dan timnya mengunjungi rumah 239 anak yang berusia tujuh dan delapan tahun. Separuh dari mereka tinggal di daerah yang memiliki angka tinggi penderita asma.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan kemiskinan dengan peningkatan penderita asma di kalangan anak kecil, tapi untuk menghilangkan pengaruh penghasilan atau hasil itu, para penulis hanya memasukkan keluarga dengan rencana asuransi kesehatan dengan penghasilan menengah. Tujuannya ialah untuk memastikan mereka memiliki penghasilan yang sama dan akses ke perawatan kesehatan.Lebih separuh dari anak tersebut sudah menderita asma.
Selama kunjungan tersebut, para peneliti itu mengumpulkan debu dari tempat tidur anak-anak, lalu mengambil contoh darah untuk meneliti antibodi terhadap beragam penyebab alergi yang berkaitan dengan asma --termasuk anjing, kucing, tikus, kutu debu dan protein kecoa.
Hampir satu dari empat anak di berbagai permukiman yang memiliki penderita asma tampaknya alergi terhadap kecoa, dibandingkan dengan 1 dari 10 anak yang tinggal di berbagai daerah tempat asma tak umum ditemukan.
Kecoa meninggalkan protein yang dihirup orang dan menjadi sumber alergi, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan mereka akan menderita asma, kata Perzanowski.
Rumah di permukiman dengan angka tinggi penderita asma juga memiliki konsentrasi lebih tinggi bahan penyebab alergi kecoa, serta penyebab alergi yang berkaitan dengan tikus dan kucing.

Selain itu, anak-anak yang alergi terhadap kecoa dan tikus lebih mungkin untuk menderita asma, kata Joanne Sordillo dari Channing Laboratory of Brigham and Women's Hospital, Boston. Ia mengkaji semua temuan tersebut buat Reuters Health.
"Pajanan terhadap penyebab alergi tikus atau kecoa mungkin meningkatkan resiko alergi, yang pada gilirannya berkaitan dengan pengembangan asma pada anak-anak," katanya.
Kendati kepekaan protein kecoa lebih umum ditemukan pada anak-anak di lingkungan yang memiliki banyak penderita asma, secara keseluruhan, anak-anak yang alergi terhadap debu dan kucing lebih mungkin untuk menderita asma.

Perzanowski mengatakan masalah kepemilikan kucing agak lebih suram. Sebagian penelitian sebelumnya telah mendapati anak-anak yang tinggal di rumah yang memiliki kucing lebih mungkin untuk memiliki alergi, tapi di dalam studi itu, memiliki kucing tak membuat anak kecil mudah terserang asma.

Berburu Jenazah Osama di Laut Arab

 Ingin membuktikan bahwa Osama bin Laden benar-benar sudah tewas, seorang pemburu harta karun berencana menyelami Laut Arab Utara untuk mencari jenazah pemimpin Al Qaeda itu.
Kepada TMZ, Sabtu (11/6/2011), Bill Warren mengaku penjelajahannya ini untuk memberi bukti kepada dunia tentang Osama. "Saya berusaha membuktikan bahwa Osama benar-benar tewas dan menunjukkan bukti. Kami melakukan ini karena kami warga Amerika yang patriotik dan merasa Presiden (Barack) Obaam gagal menunjukkan bukti," katanya.
"Saya tidak percaya kepada pemerintah ataupun Obama," tegasnya.
Pencarian itu dilakukan di Laut Arab Utara. Diduga kapal perang Amerika Serikat USS Carl Vinson membuang jenazah Osama di lautan tersebut.
"Kami bermaksud menemukan lalu mengangkat jenazahnya, kemudian memotretnya dan merekamnya dalam video, terus melakukan tes DNA," tutur Warren.
Untuk ekspedisi yang disebut-sebut sebagai mission impossible itu, tim Warren membawa beberapa kapal dan sejumlah teknologi canggih. Ekspedisi tersebut sendiri diperkirakan bakal menghabiskan ratusan ribu dollar AS.
Bill Warren berencana membawa satu tim film untuk merekam dan mendokumentasikan seluruh perjalanan.
USS Carl Vinson menerima jenazah Osama bin Laden dari tim Navy SEAL yang membunuhnya di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei lalu. Hanya sedikit yang diungkap Pemerintah Amerika Serikat tentang prosesi pemakaman Osama. Namun ditegaskan bahwa prosesi itu sudah sesuai dengan ajaran Islam.
Jenazah Osama ditempatkan di sebuah kantong yang dilengkapi pemberat, dishalatkan, kemudian diletakkan di sebuah papan di geladak kapal. Papan itu kemudian dimiringkan hingga jenazah Osama jatuh ke laut, begitu penjelasan Pentagon.
Pemerintah Barack Obama menolak mengungkap foto jenazah Osama.
Bill Warren mengawali profesi penyelam harta karun sejak tahun 1972. Prestasi pertamanya adalah sebuah kapal dagang Inggris yang karam di perairan Santa Cruz, California.

Tony Blair: Saya Baca Al Quran Setiap Hari

Mulanya, Blair serta mantan Direktur Komunikasi dan Strategi pribadinya, Alastair Campbell, dikenal dengan ucapan khas mereka. “We don’t do God.” Sejak turun sebagai PM pada 2007, Blair perlahan berubah.
Beberapa bulan setelah turun, ia menyatakan pindah agama menjadi Katolik. Kini, ia menyatakan membaca kitab suci umat Islam, Al Quran, setiap hari. Menurut mantan pemimpin Partai Buruh ini, Al Quran membantunya melek iman.
“Melek iman amat penting di era globalisasi seperti ini. Saya membaca Al Quran setiap hari sebagai upaya untuk mengerti apa yang terjadi di dunia dan karena sifatnya yang instruktif,” ujar Blair dalam wawancara dengan majalah Observer.
Blair meyakini pengetahuannya mengenai Islam akan membantu perannya saat ini sebagai Duta Besar Timur Tengah untuk Kuartet PBB, AS, Uni Eropa (UE), dan Rusia. Ia ingin membantu menyelesaikan konflik menahun Palestina-Israel.
Tak hanya itu, Blair juga memuji Islam sebagai sebuah agama yang indah dan Nabi Muhammad ia katakan sebagai sosok yang kuat. Pada 2006, ia pernah menyatakan Al Quran sebagai kitab yang terus bereformasi, praktis, dan seakan dibuat mendahului zamannya. 

Sate Kambing Muda Pak Tarno

Tegal, kita tahu, telah menjadi sinonim bagi ‘kambing’, dan justru karena itu kita juga harus semakin pintar memilah-milah antara yang otentik dan yang tidak. Dan ini biasanya berarti mana yang ‘cempe’ dan mana yang tidak.

Nama Pak Tarno dengan sendirinya adalah jaminan bahwa kambing yang disajikannya adalah kambing sebagaimana kambing harus dihidangkan: ‘cempe’ (muda), idealnya di antara tiga dan lima bulan.

Selain mahir memilih kambing cempe (salah satu kuncinya adalah urat yang tak terlalu merah), Bu Ilah, istri Pak Tarno, juga selalu memastikan bahwa daging kambing yang disuguhkannya selalu segar dan baru. Apabila kambing terlalu lama disimpan, daging beserta lemaknya akan mengeluarkan bau anyir. Satu lagi aspek penting: kebersihan. Selaras dengan prinsip pengolahan daging kambing, pasangan pemilik rumah makan ini selalu memastikan bahwa daging kambing tak bersentuhan dengan tangan, benda yang kotor, apalagi tanah, karena ia akan berubah warna—dan ini akan memengaruhi rasa. Maka daging kambing segera digantung sebelum disate. Ia juga tak boleh kena air, karena ini pun akan berdampak pada keempukan.

Berlandaskan prinsip ini, sop kambing Pak Tarno pun layak dicoba—kandungan merica yang berani lebih jauh membedakannya dengan versi-versi lain ibukota. Bagaimana pun, ini tetap tak menjelaskan sebuah pemandangan mencolok di warung ini: lembar-lembar lemak yang direntang di salah satu sisi. Ternyata, lemak itu digunakan untuk tambahan pada arang, untuk memberi wangi ekstra pada sate. Arang kayu pun ditambahkan untuk mempercepat waktu bakar yang cenderung lamban apabila hanya menggunakan arang batok belaka.

Suka sate torpedo? Meski tak tersedia setiap hari, Anda—terutama kaum pria, tentunya, yang umumnya percaya bahwa sate organ vital kambing ini berkhasiat bagi kejantanan—bisa memesannya jauh-jauh hari. (sumber: Jakarta Good Food Guide)

Harga: seporsi sate kambing Rp 20.000, seporsi tongseng Rp 12.000, seporsi sop kambing Rp 10.000, seporsi gulai kambing Rp 10.000, seporsi sate torpedo Rp 30.000
Jam buka: 09.00 – 00:00

India Bangun 11 Km Jalan Per Hari. Indonesia?


Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan pertemuan Forum Ekonomi Dunia tentang Kawasan Asia Timur (World Economic Forum on East Asia) berdampak positif terhadap investasi. Banyak perusahan dunia menyampaikan minat investasinya terhadap indonesia. "Angka investasinya ratusan juta dolar Amerika," ujar Kepala BKPM Gita Wirjawan di sela-sela forum, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin, 13 Juni 2011.
World Economic Forum berlangsung di Jakarta, sejak Minggu sehari sebelumnya, dan ditutup Senin.
Gita menjelaskan, beberapa perusahaan yang telah menyatakan minatnya adalah Nissan, Daihatsu, dan Tata Motor. Mereka akan membangun pabrik mobil di Indonesia. Perusahaan asal India, GMR Group, juga akan menanamkan investasinya sekitar US$3-5 miliar (Rp26-43 triliun). "Mereka sudah mengakuisisi beberapa perusahaan batu bara di Indonesia," ujarnya.

GMR pun sedang bernegosiasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara, sebagai pemasok batu bara. Sebab, mereka tak ingin membawa batu bara tersebut ke India. Selain itu, GMR juga menyatakan tertarik membangun sejumlah bandara di Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, yang menyatakan minat berinvestasi ke Indonesia adalah raksasa tambang India, Essar Group, perusahaan Korea Lotte dan SK Group, perusahaan Amerika Serikat P&G dan GE. Unilever dan Nestle juga akan meningkatkan kapasitas pabrik di negeri ini.

Sayangnya, permasalahan infrastruktur seringkali menjadi kendala investasi, yang menuntut penanganan segera. Termasuk dalam persoalan ini adalah kompleksnya kebijakan, aturan penggunaan lahan, serta kesulitan menyalurkan pendanaan proyek jangka panjang.

Gita mengakui sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia sempat tertunda dalam beberapa tahun ini. Beberapa di antaranya bahkan dibiarkan mangkrak. "Persoalan infrastruktur di Asia memang berantakan," katanya. "Namun ada harapan besar."

11 kilometer per hari
Lain di Indonesia, lain di India. Negara dengan jumlah populasi besar ini berencana membangun jalan sepanjang 11 kilometer per hari. Saat ini, India baru membangun jalan 10 kilometer per hari, berkat berdirinya lembaga National Highway Authority. Namun, pembangunan sistem angkutan massal yang sudah direncanakan 20 tahun lalu, tak kunjung dibangun.

"India memiliki cerita yang beragam," ujar Chairman and Managing Director Hindustan Construction Company, Ajit Gulabchand. Dia mengatakan negaranya memiliki berbagai cerita sukses dan kegagalan yang karut-marut.

Ajit mengungkapkan, persoalan utama yang terjadi di India adalah peran pemerintah pusat dan negara bagian yang sangat kuat. Sedangkan pemerintah kota tidak memiliki otoritas sama sekali. Padahal, pemerintah kota lah yang sangat berkepentingan dalam hal implementasi berbagai proyek infrastruktur.

Di forum ini, India memperkirakan biaya pembangunan sejumlah proyek infrastruktur di kawasan Asia bakal mencapai US$8 triliun atau setara Rp72.000 triliun dalam 10 tahun mendatang. Proyek-proyek infrastruktur itu meliputi pembangkit listrik, pelabuhan, telekomunikasi, dan sistem pengairan.

Dalam keterangan persnya, penyelenggara World Economic Forum menyebutkan bahwa wilayah Asia membutuhkan dana cukup besar untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur. Pembiayaan bisa melalui simpanan, pembiayaan lembaga keuangan asing, serta cadangan bank sentral.

Group Chief Executive HSBC Holding, Stuart T. Gulliver menyatakan skema pendanaan harus dibangun berbarengan dengan industri asuransi, sehingga bisa menghasilkan pendanaan jangka panjang. Untuk wilayah Asia, Stuart menilai pembangunan infrastruktur yang sudah berjalan baik terdapat di Hong Kong dan Singapura.

Pendapat lain disampaikan  Vice Chairman General Electric Company, Hong Kong, John Rice. Menurutnya, beberapa negara Asia kurang berpengalaman dalam menggelar tender proyek raksasa.  "(Padahal) banyak uang yang berhamburan di dunia yang ingin diinvestasikan di bidang infrastruktur," kata dia.

Jangan sepelekan
Perdana Menteri Thailand, Abhisit Vejjajiva, dalam  pidato penutupan Forum, mengatakan suara negara berkembang--seperti yang berada di kawasan Asia Timur--harus didengar. Sebab, kawasan ini memberi pengaruh dan kekuatan bagi ekonomi dunia.

Abhisit menyampaikan pandangannya mengenai era globalisasi baru. Menurut dia, sebagian negara selama ini tampak menjadi korban globalisasi karena mengambil peranan pasif. "Kita harus aktif," ujarnya, Senin malam.

Dalam percaturan negara global, semua negara membutuhkan koordinasi global untuk mencari solusi bersama. Hal itu terlihat saat krisis finansial global, negara-negara anggota G20 bertemu tak hanya menghasilkan perjanjian, namun memberi jawaban bagi dunia. "Saat ini kita menghadapi tantangan bagaimana mencari solusi global untuk menciptakan ekonomi yang berkesinambungan," ujarnya.

Beberapa isu seperti daya saing, ekonomi berkelanjutan, penyederhanaan regulasi, dan masalah pajak, menurutnya, perlu dibahas secara berkelanjutan. Hal ini termasuk bagaimana pemerintah dan swasta bekerja sama menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Reformasi diperlukan untuk mengatasi tantangan itu," ujarnya.