Selasa, 07 Juni 2011

Entrepreneurship

Wirausaha adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber dayasumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih sukses.

Kewirausahaan pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif.
Sedangkan yang dimaksudkan dengan seorang Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatankesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.


Contoh entrepreneur university : Universitas Brawijaya, sebagai Entrepreneur University, selalu berupaya mempersiapkan mahasiswanya untuk masuk dalam pasar kerja global dengan alat ukur yang tepat. Salah satunya adalah alat ukur proficiency Bahasa Inggris. Bila dilampirkan pada surat lamaran kerja, Sertifikat TOEIC menjamin keterandalan yang bersangkutan karena kemampuan berbahasa Inggrisnya yang berstandar internasional. Lalu ada hal nyata yang lebih mencolok yaitu dibangunnya guest house sebagai sarana penginapan yang merupakan usaha dari universitas Brawijaya untuk membangun entrepreneurship di lingkungan kampus. Lalu ada inbis, setahu saya inbis menyediakan fasilitas seperti fitnes, toko buku, ruang pertemuan, toeic. Inbis juga dibuka untuk umum, bukan hanya untuk mahasiswa universitas Brawijaya. Ada rumah pintar yang berfungsi untuk play group, pendidikan tingkat kecil, penitipan anak. Kegiatan di rumah pintar bersifat komersil dan dibuka untuk umum. 

Dampak modernisasi terhadap gaya hidup

Modernisasi dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Transformasi ini bisa berarti pemakaian alat-alat penunjang kehidupan yang praktis dan efisien.
Proses modernisasi mencakup proses yang sangat luas dan sifatnya adalah sangat relatif, bergantung pada dimensi ruang dan waktu. Apa yang diyakini sekarang sebagai sesuatu yang modern, mungkin beberapa waktu kemudian diyakini sebagai sesuatu yang masih tradisional. Dimensi ruang bagi modernisasi sangat tergantung pada masyarakat yang melakukan modernisasi. Sebuah Handphone (HP) bagi masyarakat Indonesia merupakan sesuatu yang modern, bahkan mewah.

Seiring perkembangannya handphone merupakan kebutuhan setiap orang. Handphone sangatlah banyak membantu dalam bidang komunikasi, menghubungkan orang dari satu tempat dengan tempat yang lain tanpa memandang jarak dan waktu, hal tersebut sangat menguntungkan bagi kita sebagai pengguna karena komunikasi kita tidak terbatas oleh waktu dan ruang. Adapun di era globalisasi sekarang, kita bisa mengambil dan menyimpan video ke dalamnya dengan mudah, kita juga bisa melakukan akses internet melalui handphone.

Namun ada sisi negatif dari dampak modernisasi tersebut, contohnya pengguna handphone blackberry(BB), para pengguna blackberry menjadi sasaran bagi pengedar narkobakarena kemudahanya dalam berkomunikasi, dan handphone ini termasuk handphone jenis smartphone dimana handphone ini memiliki banyak keunggulan dari handphone biasa, namun dengan hal tersebut rawan dengan cybercrime, seperti penggunaan email, yang dapat di akses oleh siapapun,  dimanapun, kapanpun, hal tersebut bisa menjadi celah untuk melakukan tindak kejahatan seperti pembobolan kartu kredit.
Handphone bisa menjadikan kita kurang sosialisasi dengan orang secara langsung, dikarenakan orang sudah merasa cukup berkomunikasi melalui hand phone dari pada bertatap secara langsung, jika hal tersebut berlangsung terus-menerus maka akan terjadipergeseran nilai dan norma yang ada.

Pengaruhnya terhadap generasi sekarang pun sangat tampak sekarang, khususnya pelajar. Namun, dikalangan pelajar yang paling menonjol adalah sisi negatifnya. Dengan kecanggihan teknologi, para pelajar sering menyalahgunakan fitur yang ada didalam handphone. Contohnya, para pelajar seringkali menyimpan gambar maupun video porno kedalam hp. Dampaknya berupa seks bebas, bahkan kita tahu bahwa ada kejadian seorang siswa sd yang memperkosa temannya setelah menonton video porno. Tidak hanya itu, tukar menukar jawaban saat ujian pun kerap kali dilakukan, apalagi saat menghadapi ujian nasional khususnya. Tak heran bila sering diadakan razia hp di tiap sekolah.

Definisi iptek dan seni

Kata ”sains” di-Indonesiakanmenjadi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berasal dari 2 gabungan kata, yaitu ilmu dan pengetahuan. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang bisa dirasakan oleh panca indera kita, sedangkan ilmu adalah pengetahuan yang sudah menghasilkan kebenaran yang byektif. Secara etimologi, ilmu berarti “kejelasan”, karena itu ilmu mempunyai ciri kejelasan.
Kata ilmu sendiri dalam al-Quran terulang sebanyak 854 kali. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dari obyek pengetahuan sehingga memperoleh kejelasan.
Orangyang memperdalam ilmu disebut dengan spesialis, sedangkan orang yang banyak tahu tapi tidak mendalam disebut dengan generalis. Karena keterbatasan kemampuan manusia, maka sangat jarang ditemukan orang yang menguasai beberapa ilmu secara mendalam.
Teknologi adalah produk ilmu pengetahuan. Teknologi dapat berdampak positif maupun negatif dalam kesejahteraan manusia.
Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi jwa seseorang. Hasilnya berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni biasanya identik dengan keindahan. Seni dapat diungkapkan dalam berbagai cara, baik itu suara, tarian, lukisan, pahatan atau ukiran, dsb.

Aspek kultural dalam hubungan internasional dan ekonomi politik internasional

Aspek kultural sangat erat kaitannya dengan sikap, perilaku dan visi usaha tiap tiap negara. Adapun untuk memperkuat aspek budaya / kultural dalam hubungan internasional diperlukan adanya pertukaran kebudayaan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Hal ini dimaksudkan agar tiap negara mengetahui apa saja budaya yang terdapat di negara yang dimaksud. Sehingga, bila tiap orang dari suatu negara mengunjungi negara lain dapat diterima dengan mudah karena sudah mengerti tentang kebudayaan yang dimiliki negara yang dikunjunginya.
Contoh kecilnya adalah bahasa. Kita lihat pada saat Obama memberikan pidato di UI beberapa hari yang lalu, ia masih fasih berbicara beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Ini merupakan suatu penghargaan, sehingga tak heran bila ia disambut hangat oleh Indonesia.
Peningkatan aspek budaya ini juga bertujuan agar hubungan bilateral ataupun multilateral yang dijalin suatu negara semakin harmonis, sehingga dengan harmonisnya hubungan antar negara, maka semakin mudah untuk melakukan kerjasama – kerjasama antar negara.

Aspek kultural juga berperan dalam ekonomi politik internasional. Karena, tiap negara pasti membutuhkan negara lain untuk memenuhi kepentingannya. Ketergantungan inilah yang menyebabkan diperlukannya pemahaman kultur tiap negara. Politik internasional pun harus dijaga kestabilannya dengan cara saling pengertian dari kultur tiap negara. Saling memahami kebudayaan inilah yang juga dapat meningkatkan kerjasama ekonomi politik antar negara.

PERDAGANGAN BEBAS DI ERA GLOBALISASI

Harus diakui, dewasa ini segala bentuk perjanjian internasional seakan-akan telah memberikan landasan dan harapan baru bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang diarahkan dalam rangka percepatan pengentasan dan penghapusan kemiskinan, terutama bagi negara berkembang dan miskin, termasuk salah satu adalah bangsa Indonesia. Fenomena ini tentulah sangat menarik untuk kita coba telaah lebih dalam, terutama dengan maraknya perjanjian mengenai perdagangan bebas (free trade) yang telah disepakati oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu bentuk kebijakan yang telah diambil.
Selain itu, perdagangangan bebas juga menyakini akan menciptakan kemakmuran bersama semua bangsa yang disebabkan setidaknya oleh tiga hal yaitu pertama, perdagangan akan menyebabkan Negara-negara melakukan spesialisai dalam produksi setiap item dimana mereka secara relative lebih efesien. Inilah yang oleh David Ricardo (salah satu peletak dasar teori ekonomi klasik) sebagai teori Comparative Advantage. Sebaliknya, pada sisi koin mata uangnyang sama, pembatasan perdagangan atau distorsi cenderung menurunkan allocative efficiency. Yang kedua perdagangan bebas akan menghasilkan efficiency from competition, yang berarti bahwa dengan terlibat dalam aktivitas perdagangan bebas pemerintah harus mendorong perusahaan-perusaha an domestik untk bertarung di pasar global, dan kemudian memaksa mereka agar lebih inovatif. Dengan demikian, pada akhirnya perusahaan-perusaha n domestik tersebut akan menjadi lebih efesien. Hasil akhirnya, kompetisis akan melahirkan harga barang yang lebih murah dan pelayanan terhadap konsumen yang lebih baik. Ketiga, perdagangangan juga melahirkan apa yang disebut imported efficiency, dalam artian bahwa pemerintah mau tidak mau harus membuka pasarnya terhadap investasi asing atau impor teknologi asing dengan harapan akan membawa metode proses produksi yang lebih efesien.
Namun, secara tidak langsung bila barang barang yang ditawarkan dari luar kalah bersaing dengan barang dalam negri, ini akan menyebabkan beralihnya produsen barang tersebut menjadi importir, dan otomatis menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan dan tentu saja angka pengangguran meningkat. Hal ini juga dapat menjadikan ketergantungan terhadap negara asing. Hasilnya, karakter perekonomian negara menjadi tidak mandiri dan lemah. Segalanya bergantung pada asing. Barang yang notabenenya kita bisa membuatnya dengan mudah, harus impor dari negara lain. Contohnya, banyak mainan anak kecil yang bertuliskan “made in china”.
Dari semua uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perdagangan bebas mempunyai sisi negatif dan positif. Sisi positifnya adalah dapat meningkatkan kemakmuran tiap bangsa. Sedangkan sisi negatifnya dapat merubah pola perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk lebih mensiasati dalam melakukan perdagangan bebas agar tidak menjadi “bunuh diri” secara ekonomi.


Daftar Rujukan :

Peran Mahasiswa Dalam Kancah Politik

Mahasiswa masuk dalam kancah dunia politik merupakan sesuatu yang sangat baik jika memang dimaksudkan untuk berperan dalam pengawasan, pengabdian dan memberi dampak positif terhadap bangsa dan negara. Dilihat kembali dalam sejarah, dasar perubahan khususnya pada dunia politik hampir selalu dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa terbukti mampu menjadi pelopor dalam sejarah Bangsa. Contohnya peran mahasiswa dengan kemahirannya dalam menjalankan fungsi sebagai kelompok penggagas perubahan, mahasiswa telah berhasil melumpuhkan rezim orde baru dan membawa Indonesia ke dalam suatu era yang saat ini sedang bergulir, yakni era reformasi. Oleh karena itu, pendidikan politik secara formal dan informal dinilai sangat penting bagi mahasiswa.

Seharusnya mahasiswa juga tidak cukup kalau hanya menjadi praktisi intelektual akademisi yang hanya duduk sambil mendengarkan dosen didalam forum perkuliahan, hanya berkutat pada dunia perkuliahan, lebih dari pada itu mahasiswa harusnya dituntut untuk berperan dalam agen perubahan (agent of change) dan “social control” yang terjadi di sekitarnya. Masa depan negeri ini membutuhkan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai hal dengan pemikiran-pemikiran cerdasnya dan kegiatan-kegiatan intelektual yang dilakukan.

Mahasiswa seharusnya perlu berperan aktif lebih banyak lagi dalam berbagai persoalan, terutama menyangkut pesoalan bangsa. Fungsi kontrol perlu ditunjukkan oleh mahasiswa. Karena peran mahasiswa sangat diharapkan oleh masyarakat, tak berlebihan jika banyak harapan yang dipikul oleh mahasiswa. Sebab dalam kerangka sosial mahasiswa mempunyai peran dan fungsi yang cukup penting. Mahasiswa di sini diharapkan berperan sebagai agen pengawasan (agent of control) dan agen dalam menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

Mahasiswa berpolitik tak melulu dilakukan selayaknya orang-orang politik dengan masuk partai tertentu, dalam masa belajar pun kita juga dapat berlatih untuk mendalami politik dengan berorganisasi. Sudah selayaknya kita lihat bahwa kualitas mahasiswa yang berorganisasi biasanya akan lebih baik bila dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut berorganisasi. Karena mahasiswa yang berorganisasi, mereka akan mendapatkan ilmu yang lebih di dalam organisasi tersebut. Banyak hal yang dipelajari di dalam organisasi tetapi tidak didapatkan di forum perkuliahan. Di sinilah letak kelebihannya mahasiswa ikut berorganisasi.

Tetapi banyak pula mahasiswa yang malas berorganisasi. Karena mereka takut seandainya berorganisasi akan terganggu kuliahnya. Padahal di organisasi, kesempatan untuk mengabdi sangat terbuka. Tidak mengherankan bila yang sibuk di organisasi berdampak pada penyelesaian tugas kuliah. Ada juga yang mampu menyelesaikan tugas kuliah sesuai dengan schedule. Namun semua itu juga tergantung minat dan keteguhan mahasiswa itu sendiri.

Peran dan pengabdian mahasiswa dalam pengawasan (agent of control) berbagai kebijakan pemerintah dapat di wujudkan dengan membangun organisasi/kelompok/aliansi yang berperan mengawasi dan memberi masukan pada saat perumusan suatu kebijakan pemerintah, ikut bersama-sama mengawasi implementasi kebijakan yang telah dilakukan, dan mengawasi sekaligus mengevaluasi efektivitas saat pelaksanaan kebijakan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Masalah utama kurangnya kesadaran berpolitik di kalangan mahasiswa adalah karena cukup kurang adanya contoh perilaku baik, terbuka, berjuang penuh demi bangsa dan negara pada elit-elit politik. Namun mudah-mudahan dengan masuknya mahasiswa ke dalam suatu organisasi/lembaga sosial kemasyarakatan, dapat menjadi batu loncatan kesadaran mahasiswa dalam perannya ikut memberi solusi dalam berbagai masalah bangsa untuk mencapai suatu kemakmuran.

Banyak peran yang dapat dilakukan seorang mahasiswa sebagai kaum Intelektual di dalam suatu organisasi. Dapat juga membuka pikiran untuk mengetahui tujuan menjadi mahasiswa yang Intelektual agar menjadi agen perubahan dan agen pengawasan dalam pengabdian demi kepentingan rakyat. Pertanyaannya apakah saat kuliah, hanya diperuntukkan untuk mencari ilmu demi modal kelak kerja semata lantas pengabdian terhadap negara dikesampingkan begitu saja?

Gerakan berpolitik mahasiswa saat ini kerap ditunjukkan dengan gerakan suatu aksi dengan turun ke jalan. Dalam melakukan gerakan tersebut, kepedulian mahasiswa akan masalah dan situasi politik harus bertumpu pada idealisme kerakyatan, yaitu mengkritisi peran atau kebijakan penguasa yang tidak sesuai dengan aspirasi rakyat dengan memberikan solusinya. Maka dari itu, pengabdian tidak harus menunggu selesainya kuliah. Memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara ketika masih kuliah, merupakan bagian dari pengabdian sebagai tindakan kepedulian mahasiswa akan berbagai masalah bangsa dan polemik politik. Jadi pengabdian bukan hanya mengajar seperti guru atau semacamnya. Melainkan terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi kepentingan rakyat jelas bagian dari suatu pengabdian. 

Namun banyak juga anggapan apakah gerakan turun ke jalan yang selama ini sering dilakukan oleh mahasiswa, timbul karena dorongan idealismenya sendiri demi kepentingan rakyat ataukah hanya suruhan golongan tertentu untuk kepentingan golongan tersebut?

Sebagai generasi yang tingkat pendidikannya tinggi, semestinya mahasiswa diharapkan harus dan sewajarnya ikut berperan sebagai pengontrol (agent of control) dinamika perjalanan bangsa. Mahasiswa harus perperan ikut mengawasi untuk memastikan dinamika politik menjurus ke arah yang sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Hal inilah yang kemudian seharusnya menjadi kesadaran bagi para mahasiswa agar mau peduli dalam kancah perpolitikan dan peduli akan kemajuan tanah air.

Bilamana selama ini banyak tindakan anarkis yang dilakukan saat mahasiswa melakukan aksi turun ke jalan, seharusnya janganlah selalu menuduh bahwa kelakuan tersebut merupakan tujuan selanjutnya sesaat setelah aksi bersuara membela kepentingan rakyat. Bisa saja mereka berbuat semacam itu karena adanya provokasi, adanya penyusup, tunggangan golongan terntentu (seperti penjelasan tadi), atau bisa juga terbawa emosi. Diharapkan mahasiswa sadar bahwa saat ini musuh mereka adalah kemiskinan, korupsi, dan hal-hal lain yang mengganggu masalah kepentingan masyarakat dan kemakmuran bangsa. Bukan malah berselisih dengan pemerintah, apalagi pihak keamanan.

Tidak semata-mata juga mahasiswa hanya melakukan aksi turun ke jalan dan berkoar melakukan orasi dalam menyampaikan cerminan dari kondisi bangsa saat sedang ada masalah. Bisa jadi itu hanya awal dari sekian langkah yang akan ditempuh mahasiswa untuk mengakomodir kepentingan rakyat.

Semua warga negara termasuk mahasiswa berhak untuk berpartisipasi dalam pengawasan, formulasi, serta implementasi kebijakan pemerintah yang digulirkan. Namun mahasiswa mempunyai peran yang lebih strategis dalam mengawal kekuasaan agar output kebijakan dapat berpihak pada masyarakat. 

Sekali lagi mahasiswa diharapkan dapat terjun ke arena politik dalam rangka berpartisipasi dalam pengawasan, formulasi, serta implementasi kebijakan pemerintah. Demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, makmur dan berkeadilan secara demokratis. Disini mahasiswa secara individual maupun kelompok, harus berani unjuk gigi dalam mengajukan gagasan, pikiran, solusi atau interpretasi mengenai apa yang menjadi kehendak dari mayoritas rakyat demi kepentingan masyarakat dan bangsa.

Selasa, 24 Mei 2011

first time

ini adalah pertama kalinya gw bikin blog. jujur gw masih ribet mengenai gimana cara gini gitunya. tujuan utamanya ya buat memenuhi tugas akhir mata kuliah tik semester 2. buat kedepannya ya gw akan mencoba posting posting artikel ato apalah pake tulisan gw sendiri walopun gw ga jago dalam hal yang begini, tapi yang pasti ga ada salahnya mencoba, kalo awalnya jelek juga ga apa apa,karena berbeda adalah keunggulan